Announcement:

Free Blogger Cafe's Template will be Available Soon for Download

Mengenal Sistem Reproduksi Manusia

Sistem reproduksi pada manusia menjadi berfungsi (atau mulai berfungsi) pada usia tertentu yang disebut dengan pubertas. Sekarang akan dijelaskan sistem reproduksi laki-laki dan sistem reproduksi wanita satu per satu. Sistem Reproduksi Manusia laki-laki dan sistem reproduksi manusia wanita juga berbeda. Keduanya dibedakan sebagai sistem reproduksi laki-laki dan sistem reproduksi wanita.

Sistem Reproduksi Manusia Laki-laki

Sistem reproduksi manusia laki-laki terdiri atas organ-organ testis, scrotum, epididimis, vas deferens (atau saluran sperma), vesikula seminalis, kelenjar prostat, dan penis. Testis organ sistem reproduksi manusia laki-laki berbentuk oval yang terletak di luar rongga perut manusia. Seorang pria memiliki dua testis.

Testis adalah organ reproduksi primer pada manusia (atau laki-laki). Fungsi dari testis adalah untuk membuat sel kelamin laki-laki (atau gamet laki-laki) yang disebut dengan sperma dan juga untuk membuat hormon seks laki-laki yang disebut dengan testosteron. Harap dicatat bahwa testis manusia membuat gamet seks (atau sperma) diawali dari masa pubertas, sepanjang hidupnya.

Sistem rekproduksi manusia.jpg
Testis manusia terletak pada kantung otot kecil yang disebut dengan skrotum, berada di luar rongga perut. Testis berada di luar rongga perut dari tubuh (dan bukan jauh di dalam tubuh) karena pembentukan sperma membutuhkan suhu yang lebih rendah dibandingkan suhu tubuh normal.

Berada di luar rongga perut, suhu skrotum kira-kira suhunya 30C lebih rendah dibandingkan suhu di dalam tubuh. Dengan cara ini, testis memberikan suhu optimal (suhu paling cocok) untuk pembentukan sperma.

Sperma yang terbentuk di dalam testis ke luar dan masuk ke dalam tabung melingkar yang disebut dengan epididimis. Sperma kemudian disimpan sementara di dalam epididimis. Dari epididimis, sperma dibawa melalui tabung panjang yang disebut vas deferens (atau saluran sperma) yang bergabung dengan tabung lainnya yang disebut uretra yang berasal dari kandung kemih.

Sepanjang jalan pada vas deferens, kelenjar yang disebut vesikula seminalis dan kelenjar prostat menambahkan sekresi pada sperma sehingga sperma sekarang berada dalam cairan. Cairan ditambah sperma disebut dengan air mani (berbentuk cairan kental). Sekresi dari vesikula seminalis dan kelenjar prostat memberikan nutrisi pada sperma dan membuat transportasi lebih lanjut menjadi lebih mudah. Uretra membentuk sebuah saluran umum untuk sperma dan urin.

Uretra membawa sperma ke organ yang disebut dengan penis yang terletak di luar rongga tubuh. Penis membawa sperma dari tubuh laki-laki ke dalam vagina pada tubuh wanita selama kawin untuk tujuan reproduksi. Harap dicatat bahwa pada sistem reproduksi manusia laki-laki hanya ada satu pembukaan urin dan sperma untuk ke luar dari dalam tubuh.
Sistem Reproduksi Manusia Wanita

Sistem reproduksi manusia wanita terdiri atas organ ovarium, oviduct (yang juga disebut dengan tuba falopi), uterus, dan vagina.

Ovarium merupakan organ sistem reproduksi manusia wanita berbentuk oval yang berada di dalam rongga tubuh wanita yang terletak di dekat ginjal. Seorang wanita memiliki dua ovarium. Ovarium merupakan organ reproduksi primer pada wanita (atau perempuan).

Fungsi dari ovarium adalah untuk membuat sel seks wanita matang (atau gamet wanita) disebut ‘ova’ atau ‘telur’, dan juga untuk membuat hormon seks wanita (disebut estrogen dan progesteron). Setiap ovarium berisi beberapa ribuan folikel (sejenis telur mentah atau ova mentah). Pada masa pubertas, folikel-folikel ini matang untuk membentuk telur matang atau ova matang (diperlukan untuk pembuahan).

Tepat di atas ovarium terdapat tube yang disebut dengan oviduct (yang juga dikenal dengan tuba falopi). Oviduct tidak secara langsung terhubung ke ovarium, tapi memiliki bentuk terbuka yang hampir menutupi ovarium. Sel telur yang dilepaskan oleh ovarium masuk ke dalam saluran telur melalui pembuka berbentuk corong.

Pembuahan telur (atau ovum) oleh sperma terjadi di saluran telur. Dua saluran telur terhubung pada sebuah kantung seperti organ yang disebut rahim. Pertumbuhan dan perkembangan sel telur dibuahi menjadi bayi berlangsung di dalam rahim. Rahim terhubung melalui lubang sempit yang disebut leher rahim menuju ke tabung yang disebut dengan vagina yang membuka di luar tubuh manusia.

Vagina menerima penis untuk meletakkan sperma ke dalam tubuh wanita. Vagina adalah struktur tubular. Vagina juga disebut dengan “kanal kelahiran” karena melalui bagian ini bayi lahir setelah selesainya terbentuk dengan sempurna di dalam rahim sang ibu. Pada perempuan, terdapat dua lubang terbuka terpisah, yaitu lubang urin (disebut uretra) dan lubang vagina.

Dari pembahasan dalam berita terkini Sistem Reproduksi di atas, terlihat jelas bahwa sistem reproduksi manusia wanita jauh lebih kompleks dibandingkan sistem reproduksi manusia laki-laki. Kompleksitas struktur dan fungsi sistem reproduksi manusia wanita ini diperlukan untuk penyatuan sperma dan ovum (atau telur) di dalam tubuh manusia dan perkembangan bayi di dalam rahim ibu.
Pembuahan

Pembuahan merupakan proses terpenting dalam sistem reproduksi manusia karena proses pembuahan ini akan menjadi penentu terbentuknya janin dari hasil bertemunya sperma dan sel telur. Apabila laki-laki dan wanita berhubungan seks dalam beberapa hari selama masa ovulasi, pembuahan bisa terjadi.

Ketika pria ejakulasi (saat air mani meninggalkan penis laki-laki), antara 0,05 dan 0,2 ons cairan (1,5 – 6,0 milimeter) air mani disimpan ke dalam vagina. Di dalam air mani yang sedikit terdapat 75 - 900 juta sperma dan “mereka berenang” naik ke vagina melalui leher rahim dan rahim untuk bertemu sel telur di tuba falopi. Hanya dibutuhkan satu sperma untuk membuahi telur.
Perkembangan Embrio

Kira-kira seminggu setelah sperma membuahi sel telur, telur yang sudah dibuahi (zigot) menjadi blastosit multisel. Blastosit memiliki ukuran sebesar kepala peniti dan bola sel berongga dengan cairan di dalamnya. Blastosit mengubur dirinya ke dalam lapisan rahim yang disebut dengan endometrium. Hormon esterogen menyebabkan endometrium menjadi kental dan kaya akan darah.

Progesteron merupakan hormon lain yang dilepaskan oleh ovarium untuk menjaga kekentalan endometrium dengan darah sehingga blastosit bisa melekat pada uterus dan menyerap nutrisi darinya. Proses ini disebut dengan implantasi.

Setelah implantasi, jaringan khusus seperti cakram berkembang di antara dinding uterus (yang disebut dengan dinding uterin) dan embrio (atau foetus). Jaringan khusus tersebut disebut plasenta (janin terhubung ke plasenta di dalam tubuh ibu melalui tali pusar).

Melalui plasenta, semua hal yang dibutuhkan untuk perkembangan janin, seperti nutrisi, respirasi, dan ekskresi dipenuhi dari tubuh ibu. Dengan kata lain, pertukaran nutrisi, oksigen, dan produk-produk limbah antara embrio dan ibu terjadi melalui plasenta.

Ketika sel-sel dari blastosit mengambil nutrisi, tahap perkembangan lain, tahap embrio, dimulai. Sel-sel bagian dalam membentuk bentuk bulat pipih yang disebut dengan bundaran embrio yang akan berkembang menjadi bayi.

Sel-sel bagian luar menjadi membran tipis yang terbentuk di sekitar bayi. Sel-sel ini berkembang ribuan kali dan bergerak ke posisi baru dan akhirnya menjadi embrio. Setelah sekira 8 minggu, embrio berukuran ibu jari orang dewasa, tapi hampir semua bagian – otak dan saraf, jantung dan darah, lambung dan usus,serta otot dan kulit telah terbentuk.

Selama dalam tahap janin yang berlangsung dari 9 minggu setelah pembuahan sampai kelahiran, perkembangan berlanjut dengan perkembangbiakan sel, pergerakan, dan perubahan. Janin mengapung dalam cairan ketuban di dalam kantung ketuban.

Janin menerima oksigen dan nutrisi dari darah ibunya melalui plasenta, sebuah struktur bulatan yang menempel pada lapisan dalam rahim dan terhubung ke janin melalui tali pusar. Cairan ketuban dan membran melindungi janin dari benturan dan guncangan pada tubuh ibu.

Kehamilan berakhir rata-rata pada 280 hari atau kira-kira 9 bulan. Ketika bayi siap untuk lahir, kepalanya menekan leher rahim yang mulai tenang dan melebar untuk mempersiapkan bayi ke luar melalui vagina.

Kelahiran diawali ketika otot-otot pada dinding rahim mulai berkontraksi secara ritmis. Kontraksi ritmis otot-otot rahim secara bertahap mendorong bayi ke luar dari dalam tubuh ibu melalui vagina. Ini adalah cara bayi lahir. Kita lahir dari ibu kita melalui cara ini.
Kelahiran seorang bayi ke dunia merupakan hasil kerja sama yang unik antara sistem reproduksi manusia laki-laki dan sistem reproduksi manusia wanita.
Share it Please

Yuliana Ningsih

I'm Ahsan,. I'm a freelance writer on topics related to Website Optimization (SEO), blogger customizations and making money online. I'm blogging since 2010.If you need help, feel free to contact anytime! Google and Twitter

Copyright @ 2014 Berita Terkini. Designed by BLOGGER CHILI