Beberapa Faktor Kondisi Kehamilan Pengaruhnya dari Keluarga seperti morning sickness dan keguguran rupanya dapat terjadi turun temurun pada wanita masa hamil muda dari ibu atau saudara perempuan lainnya. Kenali riwayat kehamilan di keluarga Anda untuk mengetahui kemungkinan terburuknya dan dapat melakukan upaya pencegahan lebih dini.
Seperti dilansir whattoexpect, Senin (27/8/12), berikut dari berita terkini tentang kondisi kehamilan yang menurun dari keluarga perempuan:
1. Mual dan muntah (morning sickness)
Jika ibu atau keluarga perempuan mengalami morning sickness ketika hamil, anak perempuannya mungkin juga akan mengalami morning sickness kelak ketika hamil. Penelitian telah menemukan hubungan genetik yang kuat terhadap sensasi mual dan muntah di awal kehamilan terutama yang parah.
Morning sickness dapat diredam dengan selalu menjaga beberapa makanan yang Anda makan, memilih makanan yang mudah dicerna dan konsultasikan dengan dokter untuk emngambil suplemen B6 untuk meredakan mual.
2. Keguguran
Keguguran bisa jadi bersifat turunan dan bisa juga tidak. Keguguran begitu umum terjadi dan hampir setiap wanita akan memiliki minimal satu potensi keguguran ketika hamil yang mungkin terjadi begitu awal hingga kebanyakan wanita tidak menyadarinya.
Tetapi meskipun seorang ibu pernah mengalami keguguran hingga beberapa kali, anak perempuannya tidak akan mengalami hal yang sama. Namun, bukan ide yang buruk untuk menyebutkan riwayat keluarga yang sering mengalami keguguran kepada dokter.
Dalam kasus yang sangat jarang, masalah genetik, seperti kelainan kromosom disebut translokasi seimbang juga bisa menyebabkan keguguran berulang.
3. Diabetes gestational
Semua wanita hamil berisiko tinggi terhadap diabetes gestational jika keluarganya memiliki riwayat penyakit diabetes gestational atau diabetes jenis lainnya. Tetapi Anda tetap dapat mempersempit cakupan risiko dengan mempertahankan berat badan yang sehat dengan makan dengan baik dan olahraga teratur selama kehamilan.
4. Berat lahir bayi besar
Indeks massa tubuh ibu dan ayah adalah prediktor kuat seberapa besar berat badan bayi saat lahir. Orangtua yang kelebihan berat badan akan memiliki anak yang memiliki berat lahir yang besar dan hal ini sifatnya turun temurun.
5. Waktu kelahiran bayi
Jika Anda lahir dua minggu setelah tanggal kelahiran yang normal (9 bulan 10 hari), kemungkinan Anda juga akan melahirkan bayi lebih lambat dari waktu normalnya. Meski begitu, usia kehamilan seseorang tidak mungkin lebih dari 42 minggu atau 10 bulan 2 hari.
6. Persalinan yang sulit dan menyakitkan
Banyak faktor yang dapat mempengaruhi masa persalinan yang sulit dan menyakitkan seperti faktor keturunan panggul yang terlalu kecil. Panggul yang terlalu kecil akan membuat proses persalinan membutuhkan waktu yang lama dan menyakitkan dan kebanyakan berakhir dnegan operasi caesar.
Tentu saja, banyak faktor lain juga mempengaruhi sulitnya proses kelahiran termasuk posisi dan ukuran bayi.
0 comments:
Posting Komentar